MAMUJU, MATALENSA.ID — Mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif, Satgas Operasi Patuh Marano 2026 Polda Sulbar tak hanya bertugas di jalan raya. Personel Polantas turun langsung ke lingkungan pendidikan untuk menanamkan kesadaran keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.
Suasana hangat dan antusiasme siswa terlihat saat petugas Polantas berkunjung ke salah satu Sekolah Dasar di wilayah Mamuju, Rabu (28/10/26). Di bawah gazebo yang ceria, para siswa berkumpul dengan penuh semangat mendengarkan penjelasan dari petugas.
Dengan bahasa yang sederhana dan penyampaian yang ramah, petugas mengajak anak-anak memahami pentingnya tertib dan aman saat berada di jalan raya.
Selain memberikan himbauan dengan cara yang seru, petugas membagikan brosur bergambar yang menarik, berisi pesan-pesan keselamatan saat berjalan kaki, menyeberang jalan, hingga naik kendaraan. Anak-anak diajak berinteraksi, bertanya, dan menyampaikan apa yang mereka ketahui tentang rambu lalu lintas.
“Menyeberang jalan harus di tempat yang aman, lihat kiri dan kanan dulu ya sebelum melangkah,” tutur IPDA Restyka.
Momen sederhana ini menjadi fondasi penting agar generasi muda tumbuh dengan kesadaran penuh bahwa aturan lalu lintas dibuat untuk melindungi nyawa mereka sendiri.
Kegiatan edukasi di sekolah ini merupakan bagian penting dari Operasi Patuh Marano 2026. Melalui pendekatan humanis dan edukatif, diharapkan nilai-nilai keselamatan lalu lintas tumbuh dari lingkungan keluarga dan sekolah. Anak-anak tidak hanya menjadi objek perlindungan, tetapi juga pelopor keselamatan yang mengingatkan orang tua di rumah.
Kehadiran Polantas di sekolah ini disambut gembira oleh para guru dan siswa. Kegiatan berjalan hangat, akrab, dan penuh semangat bukti bahwa kesadaran berlalu lintas paling efektif ditanamkan dengan kasih sayang, bukan sekadar aturan dan larangan. (*)


