spot_img
Wednesday, October 28, 2026

Lingling, Atlet Taekwondo Sulbar yang Tembus Final Campus League hingga Buka Peluang ke Pelatnas

spot_img

MAMUJU, MATALENSA.ID – Di balik keterbatasan fasilitas latihan, atlet taekwondo Sulawesi Barat, Nurfadila yang akrab disapa Lingling, kembali membuktikan kemampuannya di atas matras. Ia tampil dalam kejuaraan Campus League 2026 Grade B di Makassar, Jumat (23/10/2026), dan berhasil membawa pulang medali perak.

Nama Lingling bukan sosok asing di kalangan taekwondoin Sulawesi Barat. Atlet putri ini telah menorehkan pengalaman bertanding dengan mewakili daerah dalam berbagai kompetisi, termasuk di tingkat internasional.

Menariknya, di tengah kesibukannya sebagai atlet, Lingling tetap menempuh pendidikan. Saat ini, ia tercatat sebagai mahasiswa Program Studi D3 Kebidanan semester lima di IKB ST Fatimah Mamuju.

Perjalanan pendidikannya dimulai dari TK A-Lbanna Korongana, SD Inpres Simboro, MTsN 1 Mamuju, hingga SMKN 1 Rangas. Kini, ia berusaha menyeimbangkan pendidikan dan karier olahraga yang telah ditekuninya.

Pada ajang Campus League 2026, Lingling menjadi satu-satunya atlet yang mewakili IKB ST Fatimah Mamuju. Ia turun di kategori kyorugi putri under 46 kilogram dan berhasil melaju hingga partai final.

Namun, langkahnya menuju podium tertinggi harus terhenti setelah berhadapan dengan Sarah Maria, atlet Universitas Widyatama asal Jawa Barat yang disebut berstatus atlet Pelatnas Indonesia.

Pertarungan berlangsung sengit. Lingling akhirnya harus puas dengan medali perak setelah gagal mengamankan kemenangan di partai puncak.

Meski demikian, pencapaian tersebut menjadi modal penting bagi atlet asal Mamuju itu untuk melangkah ke tahap berikutnya. Berdasarkan informasi yang disampaikan, kedua finalis memperoleh tiket menuju Tangerang untuk mengikuti tahapan seleksi berikutnya yang diharapkan membuka peluang menuju Pelatnas.

Perjuangan Lingling belum selesai. Agenda berikutnya adalah mempersiapkan diri menghadapi tahapan kompetisi di Tangerang yang dijadwalkan pada Desember mendatang.

Di tengah keterbatasan fasilitas latihan, ia dituntut tetap menjaga kondisi fisik, meningkatkan teknik, serta mematangkan strategi menghadapi atlet-atlet dari berbagai daerah.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa perjalanan atlet menuju prestasi tidak hanya membutuhkan kerja keras dan disiplin, tetapi juga dukungan sarana latihan, pembinaan berkelanjutan, serta perhatian dari berbagai pihak.

Tiket menuju Tangerang menjadi kesempatan penting bagi Lingling untuk kembali menguji kemampuannya. Namun, persaingan menuju Pelatnas tentu membutuhkan persiapan matang dan hasil seleksi yang harus diperjuangkan.

Perjalanan Lingling memperlihatkan bagaimana seorang atlet harus membagi waktu antara pendidikan dan latihan demi mengejar prestasi. Medali perak di Campus League 2026 menjadi salah satu hasil dari proses panjang yang telah dijalaninya.

Kini, perhatian terhadap atlet potensial seperti Lingling menjadi penting agar kesempatan yang telah diraih tidak berhenti sebatas pencapaian di podium.

Dukungan dari pemerintah daerah, KONI Sulawesi Barat, perguruan tinggi, serta pihak terkait diharapkan dapat memperkuat pembinaan atlet, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan latihan dan persiapan menghadapi kompetisi berikutnya.

Sebab, talenta yang dimiliki atlet daerah perlu diiringi kesempatan, fasilitas, dan pembinaan yang memadai.

Lingling telah membuka jalan melalui perjuangannya di atas matras. Tantangan berikutnya adalah bagaimana menjaga peluang tersebut agar ia dapat bersaing lebih jauh dan membawa nama Sulawesi Barat ke tingkat nasional. (*)

spot_img

Baca juga

- Advertisement -
Terpopiler