MAMUJU,MATALENSA.ID – Mobil Dinas Bagian Kesra Pemkab Mamuju, dibobol maling disiang bolong, Senin (8/4).Kejadian diperkirakan sekitar Pukul 11.30 Wita.

Menurut keterangan Satpol PP Hajiri, kurang lebih 30 menit mobil diparkir kemudian kejadian.Mobil terakhir digunakan oleh Sri Wahyuningsir, staf Kesra Mamuju.
Pelaku diduga sudah membuntuti korban dari Bank Sinarmas hingga ke kantor Bupati.
“Yang hilang satu unit Laptop, uang sekitar Rp 11 Juta dan satu unit ponsel android,”kata Hajiri kepada wartawan ditemui di lokasi kejadian.
Hajiri mengatakan, kejadian ini pertama ditemukan Sri Wahyuningsih saat hendak pulang untuk istirahat.

Sementara Kabag Kesra Pemkab Mamuju Muhktar yang juga ditemui dilokasi belum bisa memastikan uang yang hilang adalah uang pribadi atau uang daerah.
“Saya belum tau, apakah uang dari Baznas atau uang pribadi. Karena dia sendiri yang temukan, kebetulan mau pulang istirahat, tiba-tiba kembali ke ruangan menangis katannya kecurian,”katanya.
Sementara itu aparat kepolisian dari Satuan Reskrim Polres Mamuju, dalami pelaku kasus pembobolan mobip di kantor Bupati Mamuju, Senin (8/4) siang tadi.
Diketahui bahwa Mobil dinas dari bagian Kesra Pemkab Mamuju, dengan nomor plat DC 312 A, dibobol maling di dalam pekarangan kantor Bupati sekitar Pukul 11.30 Wita siang tadi
Mobil tersebut diketahui digunakan oleh salah seorang staf bernama Sri Wahyuningsih.
Pelaku pecahkan kaca depan sebelah kiri mobil, kemudian mengambil Laptop, uang Rp 11 Juta dan HP yang disimpang di job depan.
Kasat Reskrim Polres Mamuju, AKP Syamsuriansyah mengatakan, kasus tersebut sudah dilaporkan ke SPKT Polres Mamuju dan sementara dilakukan penyelidikan.
“Sudah dilaporkan ke SPKT, sekarang kami sudah memanggil korban untuk dimintai keterangan,”kata AKP Syamsuriansyah ditemui di lokasi kejadian.
Kasat Reskrim mengatakan, korban menyampaikan ada sekitar Rp 16 Juta dana yang disimpang dalam mobil.
“Namun yang hilang hanya Rp 11 Juta,”ujarnya.
AKP Syamsuriansyah juga membenarkan adanya satu unit laptop dan handphone yang hilang bersama uang dalam kejadian itu.
Anca sapaan Kasat Reskrim Polres Mamuju mengatakan, kasus pencurian pecah kaca mobil itu baru kali ini terjadi.
“Jadi Mamuju sekarang ini juga sudah menjadi kota berkembang. Modus kejadian juga sudah berkembang. Dan baru kali ini kita dapatkan kasus pencurian dengan pecah kacah, bahayanya karena kejadiannya di lingkungan perkantoran,”kata dia.
Dikatakan, pihaknya sementara melakukan proses penyelidikan atas kejadian itu dengan mengarahkan anggotanya ke TKP untuk mengumpulkan bukti.
“Kita akan kumpulkan bahan keterangan dan bukti melalui CCTV yang ada disini. Memang ada beberapa CCTV di kantor bupati tapi sepertinya akan sulit terlihat karena tidak ada yang mengarah langsung ke TKP. Tapi mudah-mudahan kita bisa uangkap,”tuturnya.
Sementara Kepala Bagian Kesra Pemkab Mamuju, Mukhtar di temui di kantor Bupati juga tahu pasti sumber uang yang hilang dalam mobil.
“Korban ada bendahara di Basnaz. Kemungkinan uang pribadi karena cek yang ditanda tangaini tadi di Basnaz itu belum diambil. Jadi kemungkinan itu uang pribadi. Namun juga belum bisa di pastikan, karena dia (korban) masih diperiksa di Polres,”kata dia.(hd/dyf)


