spot_img
Monday, February 16, 2026

PMII Komisariat UNIKA Defri Sebut Silaturahim Polresta Mamuju Bersama Upaya Pengenalan lebih dekat dengan OKP, ORGANDA, BEM, dan HMJ

spot_img

MAMUJU, MATALENSA.ID — Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi menggela silaturahim dan dialog terbuka bersama Kapolres Mamuju, yang dihadiri beberapa ketua-ketua OKP dan BEM, HMJ, sebagai upaya membangun ruang dialog pada Kamis 14 Januari 2026.

Pertemuan tersebut fokus pada persoala yang terjadi pada saat aksi solidaritas, terutama evaluasi penanganan aksi unjuk rasa yang sebelumnya berlangsung di wilayah kabupaten Mamuju provinsi Sulawesi Barat.

Dalam dialog itu, sejumlah isu krusial muncul ke permukaan, mulai dari dugaan tindakan represif aparat kepolisian, adanya korban baik dari pihak kepolisian maupun massa aksi, hingga polemik larangan pembakaran ban saat melakukan aksi unjuk rasa, Seluruh persoalan dibahas secara terbuka dengan prinsip saling mendengar dan klarifikasi.

PMII KOMISARIAT UNIKA, Defri yang merupakan salah satu dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi, menegaskan pertemuan tersebut bukanlah forum pengakuan kesalahan atau permintaan maaf dari mahasiswa.

“Kami meluruskan narasi yang berkembang di ruang publik yang seolah-olah membenarkan mahasiswa datang untuk mengakui kesalahan. Pertemuan ini adalah ruang dialog dan kritik berasama, sebagai upaya mengafaluasi diri masing-masing, baik dari mahasiswa maupun kepolisian, bukan ruan penindasan atau permintaan maaf,”tegas Defri.

Kata Defri, narasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan fakta pertemuan, PMII KOMISARIAT UNIKA.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolresta Mamuju menegaskan bahwa kepolisian tidak pernah melarang penyampaian pendapat di muka umum.

Namun demikian, ia menekankan pentingnya komunikasi sesama massa aksi dan pengamanan aksi dan upaya pencegahan agar aksi tidak menimbulkan gangguan terhadap ketertiban umum.

“Kami tidak pernah melarang masyarakat maupun mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi. Yang kami dorong adalah dialog sejak awal agar tidak terjadi gangguan kamtibmas. Pintu Polres selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin berdialog,” ujar Kapolresta Mamuju.

Selain daripada itu, KETUA PMII KOMISARIAT UNIKA, tetap menyampaikan sikap kritikan terhadap cara penanganan aksi, yang dinilai masih ada tindakan REPRESIF oleh aparat kepolisian padasaat pengawalan aksi unjuk rasa. Dalam forum tersebut,

Ketua PMII KOMISARIAT UNIKA, M.DEFRY.S, secara blak-blakan menyampaikan kritik keras kepada bapak KAPOLRESTA MAMUJU, agar segera evaluas seluruh aparat pengamanan Aksi dilapangan, supaya tidak ada lagi korban selanjutnya, tegas ketua PMII KOMISARIAT UNIKA dalam melakukan pertemuan silaturahmi tersebut. (*)

spot_img

Baca juga

- Advertisement -
Terpopiler