MAMUJU,MATALENSA.ID– WHO akan menerapkan kebijakan larangan ALTI dalam suply chain produk pangan pada tahun 2023
Asam lemak trans industrial (ALTI) merupakan lemak trans yang tidak baik bagi kesehatan manusia .
Alti dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti kardiovaskuler diabetes obesitas gangguan kesuburan dan aterosklerosis.
Kebijakan ini tentunya bisa menjadi peluang bagi Indonesia, karena Indonesia merupakan produsen minyak sawit terbanyak di dunia.
Terlihat dari tahun 2015 sampai 2019 data produksi sawit di Indonesia selalu mengalami kenaikan.
Mengapa disebut peluang karena minyak sawit ternyata sudah terbukti bebas minyak Asam Lemak Trans Industrial (ALTI).
Sawit juga mengandung 44% lemak jenuh yang baik dan sering diaplikasikan pada produk pangan, selain produk pangan, minyak sawit juga bisa menghasilkan produk seperti kosmetik biodiesel dan juga skin care.
Kandungan dalam minyak sawit, minyak sawit mengandung phytosterol, vitamin E, Konensem Q,fosfolipid, vitamin A, polifenol dan karoten.
Kandungan minyak sawit tersebut ternyata banyak memiliki manfaat seperti meningkatkan stamina, menjaga kesehatan kardiovaskuler, mendukung perkembangan otak, mencegah pertumbuhan sel kanker menurunkan kadar kolesterol, melancarkan pencernaan dan sebagai antioksidan.
Selain itu pada masa pandemi ini masyarakat dunia memberlakukan gaya hidup berbasis protokol kesehatan .
Minyak sawit ini juga bisa menjadi bahan dasar produk untuk protokol kesehatan seperti sampo, sabun dan vitamin disinfektan dan deterjen.
Konsumsi rutin minyak sawit juga dapat memperkuat imun selama pandemi covid-19.
Olehnya itu mari kita mendukung persawitan nasional, sebagai produk bermutuh untuk kesehatan.
(Mus/*)


