MAMUJU,MATALENSA.ID– – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat Dr. H. M. Muflih B. Fattah, yang didampingi dan sekaligus menjadi pimpinan rapat Kepala Bagian Tata Usaha H. Suharli, melakukan rapat internal di Ruang Rapat Kakanwil.,Senin (30/8/21)
Ikut Hadir dalam rapat tersebut Kabid. Penyelengaraan Haji dan Umrah H. Ahmad Barambangy,Kabid. Bimbingan Masyarakat Islam Dr. H. Muhammad Dinar Faisal,Kabid. Pendidikan Madrasah Dr. H. Misbahuddin, Kabid. Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Dr. H. Syamsul, Pembimas Kristen Ayub, Pembimas Katolik Petrus Tandilodang,Pembimas Hindu I Nyoman Aryadi, Pembimmas Buddha Ts. haryanto, dan Eselon IV Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Barat.
Dalam rapat kali ini, cucu KH. Daeng ini sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh pejabat administrator dan pejabat pengawas atas pertemuan ini yang membawa kemajuan dengan beberapa stressing point dari bidang dan pembimas. Selanjutnya, program kegiatan yang telah disampaikan bisa berjalan sesuai dengan progres yang ingin dicapai bersama dan terukur dengan baik.
Selain itu, H. M. Muflih B. Fattah terus mengingatkan kepada seluruh ASN baik itu pejabat administrator, pejabat pengawas dan staf untuk terus berkomunikasi dan berkolaboratif diantara bidang, pembimas dan sekretariat. Ini perlukan dilakukan agar program dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran.
Lebih lanjut, mantan Kabid. PHU ini mengingatkan kembali 6 point harapan Menteri Agama RI yakni mulai dari membangun moderasi beragama yang berkaitan juga dengan persiapan tahun toleransi.
“Saya berterima kasih kepada teman-teman yang sudah menyahuti, mempersiapkan baik itu anggarannya maupun persiapan kegiatan-kegiatannya. Ini salah satu langkah maju untuk menjemput apa yang menjadi harapan Menteri Agama kita,” tandasnya.
“Begitu juga dengan kemandirian pesantren, saya harap ini ditindaklanjuti, begitupun dengan revitalisasi KUA, kita persiapkan khususnya Kab. Mamuju itu yang akan menjadi pilot project,” ujar Kakanwil.
H. M. Muflih B. Fattah juga menyampaikan harapan lain Menteri Agama dengan mengukur indeks keagamaan, data-data keagamaan harus valid, selalu terupdate, semuanya tersaji dan siap dalam website agar masyarakat yang butuh dengan data dan informasi tersebut dapat dilihat.
(hms/dyf)


