spot_img
Sunday, April 19, 2026

Ini Penjelasan Gubernur Sulbar Soal Pengadaan Sapi Disidang Interpelasi DPRD Sulbar.

spot_img

MAMUJU, MATALENSA.ID–Gubernur Sulbar Akhirnya memenuhi undangan rapat paripurna dalam rangka memberikan penjelasan terhadap keputusan hak interpelasi DPRD,Senin (17/8/21)

Dalam rapat itu gubernur Sulbar Ali Baal Masdar menyampaikan pandangannya terhadap pengadaan sapi kurban yang baca oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar Muh.Idris

Belanja pengadaan sapi sebagai penjelasan atas kesimpulan dan substansi usulan hak interpelasi nomor 3.

“Maka perlu kami sampai pada kesempatan ini bahwa belanja persediaan untuk di jual dan diserahkan kepada masyarakat berupa pengadaan sapi pada biro pemerintahan dan Kesra sekretariat provinsi merupakan satu item belanja yang tentunya akan berkontribusi terhadap pencapaian kerja pada sub bagian kerja sarana dan prasarana untuk fasilitasi pembinaan mental spiritual dan program kesejahteraan rakyat.”Terang ABM

Sebagaimana tertuang dalam dokumen RPJMD dan RKPD maupun Renstra untuk periode 2017-2022.

Selain itu, sesuai dengan tema dan program prioritas pembangunan daerah sebagaimana yang tertuang dalam RKPD 2021.

Belanja pengadaan sapi untuk hewan kurban merupakan bentuk dukungan penyediaan jaringan pengaman sosial dalam rangka mengurangi kesenjangan khusus masyarakat miskin di seluruh kecamatan agar masyarakat turut menikmati bantuan berupa daging kurban pada momentum hari raya idul 1442 h pada tahun 2021.

“Terlebih lagi pada masa pandemi yang kita rasakan sangat menekan saat ini.Mengingat belanja tersebut merupakan belanja barang yang di serahkan kepada masyarakat sehingga kami berpandangan bahwa belanja tersebut tidak perlu menertibkan keputusan gubernur tentang penerima bantuan sapi yang di maksud namun cukup melalui keputusan pengguna anggaran atau kuasa pengguna anggaran tentang penetapan penerima bantuan.”Ucap ABM

Soal kurangnya Oksigen, Gubernur Sulbar mengakui kekurangan Okxigen dan regulator menurutnya hal ini di sebabkan oleh pasokan oleh pihak ketiga yang sangat terbatas.

Hal ini dikarenakan banyaknya kebutuhan yang harus terpenuhi di wilayah kerja pemasok terutama meningkatnya kebutuhan Okxigen di masa pendemi khusus Sulsel dan Sulbar.

Kebutuhan Okxigen yang saat ini meningkat RSUD Provinsi Sulbar membutuhkan 30 tabung Oxigen tiap harinya.

Dengan adanya keterbatasan tersebut maka telah menempuh strategi pemenuhan kebutuhan dengan melakukan permintaan penambahan dengan otoritas yang berwenang.

“Hal itu dilakukan sekaligus penjemputan atas kekurangan oxigen di masukan di kota pare-pare yang setiap harinya menggunakan dua unit mobil.”Tutupnya

Diketahui bahwa penjelasan gubernur Sulbar tersebut nantinya akan di pelajari kembali oleh DPRD yang kemudian hasilnya akan disampaikan secara tertulis ke Gubernur Sulbar.

Penulis : Musraho
Editor. : Redaksi

spot_img

Baca juga

- Advertisement -
Terpopiler