MAMUJU, MATALEENSA.ID — Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Berita Resmi Statistik terkait pertumbuhan ekonomi Triwulan I-2026 di Sulawesi Barat (Sulbar). Rilis tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BPS Sulbar, Suri Handayani, bersama jajaran pejabat BPS.
Suri Handayani mengungkapkan, ekonomi Sulawesi Barat pada Triwulan I-2026 tumbuh sebesar 5,33 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y).
“Perekonomian Sulbar yang diukur melalui Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp17,78 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp9,67 triliun,”terang Suri Handayani, Selasa (5/5/26).
Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh peningkatan nilai tambah di sebagian besar lapangan usaha. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyumbang terbesar dari sisi produksi. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan didominasi oleh komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT).
Meski tumbuh secara tahunan, ekonomi Sulbar mengalami kontraksi sebesar 5,58 persen dibandingkan Triwulan IV-2025 (quarter-to-quarter/q-to-q). Penurunan ini terutama dipengaruhi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dari sisi lapangan usaha, serta komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP) dari sisi pengeluaran.
Secara regional, pertumbuhan ekonomi tertinggi pada Triwulan I-2026 tercatat di Maluku Utara sebesar 19,64 persen, disusul Nusa Tenggara Barat 13,64 persen.
Sementara Sulawesi Barat dengan pertumbuhan 5,33 persen berada di peringkat ke-20 dari 38 provinsi di Indonesia. (*)


