PASANGKAYU,MATALENSA.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pasangkayu kembali menggelar Forum Warga Pencanangan Desa Anti Politik Uang dan Politisasi SARA di Desa Saptana Jaya, Kecamatan Duripoku.
Kegiatan yang melibatkan aparatur pemerintahan kecamatan setempat, tokoh masyarakat dan pemuda itu dihadiri oleh Pimpinan Bawaslu Sulbar, Sulfan Sulo dan Usman Sanjaya yang didampingi Pimpinan Bawaslu Pasangkayu, Ardi Trisandi, Nurliana serta Syamsuddin,Sabtu (02/03)
Salah satu kewenangan Bawaslu yaitu mendorong pengawasan partisipatif dari kalangan masyarakat, olehnya itu peran serta masyarakat dalam mengawasi Pemilu sangat dibutuhkan.
“Kontestasi politik melalui Pemilu ini dilakukan dengan mendorong masyarakat secara sadar untuk tidak melakukan pelanggaran pada pelaksanaan setiap tahapannya,” kata Ketua Bawaslu Sulbar, Sulfan Sulo, Sabtu (2/3)
Sulfan juga menegaskan jika masyarakat menemukan pelanggaran, diharapkan agar menjadi pelapor atau memberikan informasi awal ke Bawaslu sebagai bentuk komitmen secara moral untuk mencegah segala bentuk pelanggaran Pemilu khususnya politik uang serta politisasi SARA.
“Jangan sampai karena beda pilihan, persatuan dan kesatuan yang telah kita jaga sejak turun temurun ini tercederai hanya karena pilihan politik yang berbeda,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Pimpinan Bawaslu Sulbar, Usman Sanjaya menjelaskan Pemilu merupakan proses pergantian kekuasaan secara damai. “Olehnya itu, penyelenggara Pemilu wajib menjaga dan melindungi hak politik serta kedaulatan rakyat untuk menyalurkan hak pilihnya dalam setiap pelaksanaan Pemilu,” cetusnya.
Selain itu lanjut Usman, Pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak penyelenggara saja, akan tetapi menjadi tanggung jawab seluruh komponen masyarakat.
“Masyarakat agar menggunakan hak pilihnya sebaik mungkin serta berdasarkan hati nurani pada Pemilu ini sehingga kedaulatan yang menjadi cita-cita nasional dapat terjaga,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Pasangkayu, Ardi Trisandi melalui kegitan tersebut berharap masyarakat bisa menjadi perpanjangan tangan informasi bagi Bawaslu dalam keterlibatan pengawasan partisipatif.
“Forum ini kita manfaatkan untuk merefleksi pengalaman kita dari Pemilu sebelumnya agar pelaksanaan Pemilu kali ini dapat lebih berkualitas dari yang sebelumnya,” imbuhnya.
Sementara itu, H. P. Dollah (68) warga Desa Saptana Jaya mengapresiasi kegiatan Forum Warga yang dilaksanakan Bawaslu Pasangkayu, karena memberikan pemahaman terkait dengan tindakan yang tidak boleh dilakukan dalam menyambut Pemilu 2019.
“Politik uang itu tidak baik karena merusak moral kita sebagai manusia,” tutup petani sawit tersebut. (hms/dyf)


