MAMUJU,MATALENSA.ID-Aliansi masyarakat pemerhati pendidikan Sulawesi Barat (Sulbar),melakukan aksi unjuk rasa di kantor Balai Prasarana Provinsi Sulbar Jumat,(6/9).
Untuk menjaga massa aksi itu agar tetap berjalan dengan aman dan lancar, aparat kepolisian Polres mlMetro Mamuju diterjunkan di pimpin langsung oleh Kapolres Mamuju AKBP,Muh Arvan Rivai.S.Ik
Dalam orasinya massa mennyapaikan beberapa poin di antara
1.Mendesak kepala balai prasaranan dan pemukiman provinsi Sulbar segera melaksanakan program renovasi perbaikan sarana dan prsarana sekolah sesuai amanah presiden.
2.Memintah alasan dan penjelasan kepala balai prasarana dan pemukiman kementrian PU wilayah Sulbar sehingga tidak melaksankan renovasi beberapa sekolah yang telah di rencanakan.
3.Mendesak kementrian PU agar segera mengevaluasi terhadap kinerja kepala balai prasarana dan pemukiman wilayah Sulbar karena tidak mampu menjalankan tugasnya.
4.Mendesak kepala kepolisian daerah Sulbar dan kejaksaan Negeri Mamuju dan Kejati Sulselbar serta KPK untuk membentuk tim penyidikan atas pembatalan program renovasi sarana dan prasarana sekolah tidak dapat berjalan karena ditengarai adanya dugaan bagi-bagi fee proyek.
Terjadi tarik ulur karena di duga adanya kepentingan kepala balai sarana dan prasarana wilayah Sulbar.
Selain itu massa juga memintah kepala balai prasrana dan pemukiman Sulbar Norman untuk menemui massa aksi.
Namun karena kepala balai tersebut tidak berada di tempat sehingga massapun sepakat dengan kepolisian di pimpin lansung oleh AKBP,Muh Arvan Rivai.S.Ik,untuk menfasilitasi kepala balai norman temui massa aksi di hari Senin yang akan datang.
Kepada wartawan Kapolres Metro Mamuju AKBP,Muh Arvan Rivai.S.Ik,menyampaikan agar Norman selaku kepala balai prasarana dan pemukiman wil.sulbar agar bersikap koperatif.
Padahal sehari sebelumnya kata Arvan telah berkomunikasi dengan yang bersangkutan,namun sampai sekarang beliau tidak respon dalam arti tidak koperatif,melihat kami berusaha untuk menjembatani mereka dengan pihak-pihak yang berhubungan mereka.
“Nah inilah yang kami sesalkan sekali,padahal kami kan sebagai aparat pemerintah,wajib menjelaskan serta pemaham kepada semua masyarakat atau elemen.”Terang Kapolres
La jut “Sehingga tadi saya minta kepala massa aksi agar hari Senin temui kami di Polres Metro Mamuju dan kami siap menghadirkan yang bersangkutan,”tutupnya.
(musraho/dyf)


