MAJENE,MATALENSA.ID––Untuk menekan angka pernikahan dini atau pernikahan anak, menjadi salah satu fokus dari Pengadilan Agama (PA) Majene. Tahun 2017 lalu angka pengajuan dispensasi nikah mencapai 49 perkara, dan di tahun 2018 angka tersebut kembali meningkat menjadi 52 perkara.
Angka tersebut, membuat Sulawesi Barat menjadi salah satu daerah dengan angka pernikahan dini yang tertinggi di Indonesia.
Untuk itu PA Majene berkomitmen untuk bisa menekan angka tersebut dan memberikan penyadaran akan pentingnya anak menempuh pendidikan di usianya.
Hanya saja perkara Dispensasi/Pernikahan Anak yang masuk ke PA Majene sifatnya darurat atau dalam kondisi hamil. Sehingga mau tidak mau, pihak PA Majene memikirkan solusi kemashlahatan.
“ Mau tidak mau, apa boleh buat kami PA Majene memikirkan kemashlahatanya, karna memang sudah dalam kondisi berbadan dua, atau Married By Acident (MBA)” Ungkap kepala PA Majene Dewiyati saat Deklarasi Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) Dan Wilayah Birokrasi Dan Melayani (WBBM) di kantor PA Majene, Kamis (7/2)
Terkait dengan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) Dan Wilayah Birokrasi Dan Melayani (WBBM) di PA Majene, merupakan respon dari dari penataan pelayanan birokrasi. Setiap instansi perlu menciptakan wilayah bebas korupsi dan melayani. PA sebagai lembaga hukum harus memberikan pelayanan prima, sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar Dr.Hj.Aisyah Ismail SH.MH yang turut hadir mengatakan pimpinan harus menjadi contoh atau teladan dalam memberikan pelayanan bagi para pencari keadilan.
“ Tidak boleh hanya menerima saja, skrng ini kita perlu merubah pola fikir, lebih profesional, terpadu dan memberikan pelayanan prima,” terangnya.
Sementara itu,Wakil Bupati Majene Lukman sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan PA Majene, deklarasi zona integritas merupakan langkah yang strategis, meskipun integritas itu merupakan hal yang melekat dipribadi masing-masing.
“Menjadi seseorang ASN pasti ada integritas didalamnya, apa yang dilaksankan hari ini bukan ceremonial belaka, tapi komitmen luar biasa yang disaksikan oleh Allah SWT, menjadi hamba yang menjaga akidah, menjaga kepercayaan,” jelasnya.
(rls/dyf)


