spot_img
Sunday, April 19, 2026

Ini Kata Wakil Bupati Mamuju Soal Warga Ditandu Berobat ke Puskesmas Sejauh 1 KM

spot_img

MAMUJU, MATALENSA.ID – Wakil Bupati Mamuju Ado Mas’ud menanggapi terkait seorang warga di Desa Kinatang, Kecamatan Bonehau, terpaksa ditandu sejauh 1 kilometer untuk berobat ke Puskesmas usai mengalami kecelakaan kerja.

Selain ditandu, warga bernama Ardin Limpa (35) itu juga diangkut dengan menggunakan perahu bermotor sejauh 20 kilometer menyeberangi sungai lantaran akses jalan darat di daerah itu tidak bisa dilalui kendaraan saat diguyur hujan.

“Kita sangat prihatin dengan kondisi di sana (Desa Kinatang),” kata Ado Mas’ud kepada wartawan, Rabu (5/10/22).

Menurut Ado, Desa Kinatang termasuk daerah terisolasi di Mamuju. Ia mengaku kerap berkunjung ke desa tersebut dan melihat kondisi jalan.

“Hanya ada dua akses menuju desa tersebut, yakni darat yang hanya bisa dilintasi sepeda motor dan sungai yang dilalui menggunakan perahu katinting (perahu bermotor),” imbuhnya.

Untuk itu, Ado Mas’ud menekankan harus ada tenaga kesehatan yang stand by di desa tersebut untuk membantu warga yang membutuhkan perawatan medis.

“Untuk mengantisipasi jika ada orang mau melahirkan, kecelakaan, maupun orang sakit,” ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mamuju untuk mengecek jalan di Desa Kinatang serta membuka akses roda empat.

“Kita akan perintahkan dulu Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mengkroscek, memastikan apakah anggaran di tahun depan bisa masuk,” pungkasnya.

Sebelumnya, seorang warga Desa Kinatang yang mengalami luka serius karena kecelakaan kerja ditandu sejauh 1 kilometer untuk berobat ke Puskesmas.

Warga bernama Ardin Limpa itu juga dievakuasi dengan menggunakan perahu bermotor melintasi sungai sejauh 20 kilometer atau sekitar 2 jam perjalanan.

Itu dilakukan lantaran akses jalan darat di desa tersebut tidak bisa dilalui kendaraan bermotor karena kondisi jalan yang rusak.

“Jangankan mobil, motor pun sulit mengakses jalan ke desa kami, apalagi saat hujan turun,” kata Nelson, salah satu kerabat Ardin Limpa.

Saat ini, Ardin menjalani perawatan intensif di Puskesmas Bonehau dengan kondisi luka serius di bagian leher tertancap mata gurinda yang terlepas saat bekerja. (Adv)

spot_img

Baca juga

- Advertisement -
Terpopiler