MAMUJU,MATALENSA.ID-––Kembali Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat gelar rapat penetapan Indeks “K” dan harga tanda buah segar (TBS) kelapa sawit produksi perkebunan se-Sulawesi Barat (Sulbar),Kamis (07/02) dilantai 2 kantor Disbun
Kepala Bidang (Kabid) Produksi Perkebunan SulbarĀ Abd Waris menjelaskan,salah satu penyebab kenaikan harga TBS pada bulan Februari ini,yakni disebabkan karena penjualan CPO yang semaking meningkat.

” Seperti yang diharapakan pada beberapa bulan yang lalu,ketika harga CPO itu naik pasti kita akan tetapkan dengan harga yang tinggi,” sambungnya.
Abd Waris menanbahkan bahwa jika kita bandingkan pada bulan yang lalu (Januari) kenikan harga TBS hampir Rp.135 dari Rp.864, menjadi Rp.1.009,11 sen pada bulan Februari.
Waris berharap kepada petani Sawit yang ada di Sulbar agar terus dapat memanen lebih baik dengan melihat kualitas buah. Selain itu,kenaikan harga tersebut juga tidak terlepasĀ dari kualitas CPO yang dijual oleh Prusahaan.
“Sekarang ini pemerintah RI melalui Kementrian perekonomian,melakukan lagi komunikasi-komunikasi kenegara Eropa agar tujuan ekspor negara kita bukan hanya ke-China tetapi bisa juga kenegara-negara Eropa, walaupun bagamana minyak Sawit lebih diatas dibandingkan minyak-minyak lainnya.” Tutupnya. (dyf)


