Rupiah Sudah Jatuh 7%, BI: Masih Rendah

Populer

JAKARTA,MATALENSA.ID–Nilai dolar AS berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) dan Reuters kompak di posisi Rp 14.655.

Menanggapi hal tersebut Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan pergerakan nilai tukar masih terkendali. Secara year to date (ytd) pelemahan yang terjadi pada rupiah tercatat 7%.

“Jika dibandingkan dengan negara lain secara year to date itu 7% masih rendah. Misalnya Filipina peso dan India rupee yang melemah 9%. Afrika Selatan 13,7%, Brasil 18,2%, Argentina dan Turki 40%,” kata Perry dalam konferensi pers TPIP, di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (24/8/2018).

Dia menjelaskan untuk stabilitas nilai tukar jangan hanya dilihat dari nilai rupiah. Pasalnya fluktuasi nilai tukar ini juga terjadi karena faktor global.

“Kalau dilihat dari stabilitas nilai tukar rupiah, jangan dilihat rupiahnya sendiri. Tapi juga lihat negara lain kan karena gonjang-ganjing dunia,” ujarnya.

Perry memaparkan, sebagai bank sentral BI terus berupaya untuk melakukan stabilisasi nilai tukar dengan meningkatkan suku bunga. Ini dilakukan agar aliran modal asing bisa masuk dan memenuhi pasar keuangan di Indonesia.

Dia menyebut, aliran modal asing melalui surat berharga negara (SBN) untuk long term investor sudah mulai masuk. Kemudian eksportir juga sudah menjual dolar dan konversi ke rupiah.

“Kami juga memastikan untuk melakukan intervensi demi menjaga stabilitas. Selain itu kami juga mempermudah swap rate agar kebutuhan valas dalam negeri bisa terpenuhi,” jelas dia.

(Sumber : detik.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru