Pupuk Bersubsidi  di Sulbar Sudah 9 Persen Tersalurkan

Populer

MAMUJU, — Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) telah menyalurkan sebanyak 9 persen sejak Januari hingga Mei 2024 dari total jatah bantuan pupuk bagi para petani.

“Untuk alokasi provinsi sulawesi barat tahun 2024 total pupuk urea 498.000 ton, NPK Phonska 35.573 ton dan NPK Formula Khusus 18.857 ton untuk tahun ini”,ungkap Sulaiman Pengawas Pupuk dan Pestisida Pemprov Sulbar, Kamis(16/5/24).

Ia menjelaskan, Alokasi Pupuk ini akan di bagi ke enam kabupaten, namun jumlah alokasi masing-masing kabupaten tergantung dari besaran jumlah usulan E-RDKK masing-masing kecamatan, begitupun kabupaten akan membagikan per kecamatan sesuai dengan jumlah usulan E-RDKK oleh Petani.

“Siapa yang paling banyak usulannya dari petani wilayah mana yang paling banyak maka itulah paling banyak di kasi jatahnya,”kata Sulaiman.

Ia pu menyampaikan, untuk mendapatkan pupuk tersebut maka petani harus ke kios yang ada di tiap kecamatan dengan membawa E-Ktp sesuai yang terdaftar di sistem E-RDKK sehingga dapat di verifikasi oleh kios untuk diberikan pupuk, sekarang sudah menggunakan Digital bukan lagi manual yang hanya diberikan langsung kepada petani.

Setelah verifikasi E-Ktp untuk pengambilan pupuk maka dia juga harus melakukan beberapa pemotretan yakni, E-Ktp dan yang bersangkutan yang menerima pupuk sehingga nantinya data tersebut akan di Upload ke dalam Sistim Ipubers,ujarnya.

“Sesuai dengan juknis hanya 20 persen dokumen yang di verifikasi kalaupun ada data yang ditemukan tidak sesuai, maka akan tertolak sendirinya,”ungkapnya.

“Selama dia terdaftar di E-RDKK maka dia akan mendapatkan pupuk tersebut karena kios akan menempelkan nama-nama yang akan mendapatkannya sesuai dengan E-Ktpnya, tidak boleh ada petani menebus yang tidak terdaftar di E-RDKK bahkan banyak petani yang protes karena dia tidak mendapatkannya karena dia tidak terdaftar,”sambungnya.

Sulaiman menambahkan, Pupuk ini bukan dijual melainkan jatah bagi petani yang hanya mengganti dana sesuai harga Hek karena ini subsidi, jadi berapa sisa maka itulah dibayar oleh petani, kami juga sudah melakukan distributor sejak januari hingga april, pupuk urea baru 19 persen tersalurkan lalu NPK sudah 15 persen NPK formula 10 persen.

“Petani harus memaksimalkan untuk segera menebus pupuk sesuai jatahnya ke kios, kalau itu tidak dilakukan maka petani sia-sia saja,jangan ada informasi ke masyarakat seolah-olah pupuk subsidi itu langkah padahal stoknya banyak,justru petani tidak maksimal untuk menebus,”ujarnya.

“Semoga kedepan lebih baik karena sekarang adanya transisi sistem pubers ada kendala sehingga kios dan petani ada kesulitan, muda-mudahan ke depan ada perbaikan dan tambahan alokasi sudah maksimal,”sambungnya. (Mfj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru