MAMUJU, MATALENSA.ID — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Mamuju menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Ketua Bidang Advokasi HAM dan Lingkungan Hidup PC PMII Mamuju, Burhan, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan wujud nyata pengamalan Nilai Dasar Pergerakan (NDP), khususnya prinsip Hablumminannas atau hubungan antarmanusia.
Menurut Burhan, kabut asap akibat karhutla tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga mengganggu sektor pendidikan dan membahayakan kelompok rentan, seperti anak-anak dan lanjut usia.
“Ketika masyarakat terancam kesehatannya akibat kabut asap karhutla yang dipicu keserakahan korporasi dan kelalaian pengawasan, maka diam adalah pengkhianatan terhadap nilai-nilai pergerakan,” tegas Burhan dalam orasinya.
Ia menjelaskan, nilai Hablumminannas mengajarkan pentingnya menjunjung tinggi keadilan, kesetaraan, serta perlindungan terhadap hak-hak dasar manusia. Karena itu, PMII Mamuju menilai hak masyarakat untuk mendapatkan udara bersih harus menjadi prioritas pemerintah.
Dalam aksi tersebut, PC PMII Mamuju menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.
Pertama, mendesak pemerintah pusat dan daerah agar mengutamakan keselamatan serta kesehatan masyarakat dibandingkan kepentingan investasi ekonomi semata.
Kedua, meminta Polri dan Kementerian Kehutanan mengusut tuntas serta menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam pembukaan lahan dengan cara membakar, termasuk korporasi yang terbukti melanggar hukum.
Ketiga, mendorong pemerintah menyediakan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak, terutama warga yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap karhutla.
Keempat, mendesak perubahan kebijakan penanganan karhutla dengan mengutamakan pencegahan, penegakan hukum, dan pemulihan ekosistem hutan secara berkelanjutan.
Aksi sebagai Pendidikan Kader
Burhan menambahkan, demonstrasi tersebut tidak hanya menjadi ruang penyampaian aspirasi, tetapi juga sarana pendidikan dan internalisasi nilai-nilai NDP bagi kader PMII.
Menurutnya, kader harus mampu menerapkan nilai Hablumminannas dalam kehidupan nyata, termasuk melalui keberanian membela hak masyarakat yang terdampak bencana ekologis.
“Melalui aksi ini, kader dan anggota PMII Mamuju belajar bahwa cinta kepada manusia harus diwujudkan melalui keberanian menyuarakan kebenaran dan melawan ketidakadilan lingkungan,” ujarnya.
PC PMII Mamuju menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penanganan karhutla dan penegakan hukum lingkungan agar masyarakat tidak terus-menerus menghadapi ancaman bencana kabut asap.
Bagi PMII Mamuju, perlindungan lingkungan bukan sekadar persoalan ekologis, melainkan juga bagian dari perjuangan menegakkan hak asasi manusia dan keadilan sosial. (*)


