Kesenjangan Sosial Dibalik Daerah Yang Kaya Sumberdaya

0
991
Givan Andra Pratama (ketua Garda Afzal Sulbar)

Oleh : Givan Andra Pratama (ketua Garda Afzal Sulbar)

Sulawesi Barat memiliki luas wilayah 16.787,18 km2 serta populasi 1.316.812 juta jiwa, daerah yang dikenal memiliki potensi wisata yang indah seperti wisata alam laut yang indah berupa hamparan pantai, kekayaan alam bawah laut, dan pegunungan serta daerah yang memiliki potensi kekayaan sumberdaya alam yg melimpah di antaranya hasil laut, hasil hutan pertanian dan perkebunan (kopi, kelapa sawit, padi, buah buahan, kelapa, cengkeh dll). Hasil pertambangan potensi (batubara, bijih besi, emas, mangan, batugamping, pasir kuarsa, ziolit dan granit) serta Migas dan tenaga arus air yang kuat untuk PLTA bahkan salah satu daerah di sulbar memiliki potensi uranium.

Advertisement

Dengan kekayaan Sumber Daya Alam tersebut, semestinya Sulawesi Barat menjadi daerah yang makmur diantara provinsi lainnya di Indonesia.

“Penulis mengutip kata di akun medsos salasatu Bupati di Sulawesi bahwa, kemiskinan terjadi karena salah urus”.

Melihat beberapa data dan berita diantaranya, kasus gizi buruk bahwa saat ini Sulbar merupakan daerah yang menduduki posisi ke dua kasus gizi buruk kronis terbesar di Indonesia. Faktor yang paling mendasari kasus gizi buruk ialah kemiskinan masyarakat dengan ekonomi rendah, tidak mencukupi kebutuhan pangan keluarganya. Sehingga nutrisi untuk si penderita pun tidak bisa tercukupi dan itu dibuktikan bahwa angka kemiskinan di sulbar telah mencapai 149,90 ribu jiwa sepanjang tahun 2016.

Diangka kemiskinan yang mencapai 149,90 ribu jiwa, ada beberapa kasus dugaan korupsi diantaranya, kasus dugaan korupsi penyalagunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulbar tahun anggaran 2016 yang tengah bergulir di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar. Dalam kasus tersebut, tidak menutup kemungkinan melibatkan banyak pejabat Pemerintah Provindi (Pemprov) Sulbar, sebab hingga tulisan ini di tulis, Kejadi kembali periksa 25 pejabat Pemprov.

Sulawesi Barat tidak layak mendapat predikat sebagai urutan ke dua kasus gizi buruk kronis dan mencapai tingkat kemiskinan 149,90 jiwa, sebab Sulawesi Barat memiliki banyak hasil Sumber Daya Alamnya yang melimpah, tinggal bagaimana kita mengolah itu dengan baik dan bijak disertai pemerintahan yang melayani dan mensejahterakan masyarakat lewat kebijakan yang adil serta dengan menomorsatukan upaya-upaya mengurangi kesenjangan social, seperti menomorsatukan pendidikan, meningkatkan pemerataan distribusi pendapatan masyarakat dan melalui pembukaan kesempatan kerja seperti, perindustrian pada karya agar angka kemiskinan bisa ditekan dan angka kesenjangan bisa mengecil .

Semakin kecil jumlah kemiskinan, maka akan semakin kecil pula tingkat kesenjangan. Semakin terberantasnya korupsi maka semakin maju juga pembagunan, kesehatan, pendidikan, pendapatan dll.

Wallahualam bissawwab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here