Matalensa.id –Kesalahpahaman yang sempat memicu kepanikan warga di Dusun Rawamangun, Desa Tangkou, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, segera diklarifikasi oleh Bhabinkamtibmas Desa Tangkau Polsek Topoyo, Aipda Edi Purwanto.
Klarifikasi tersebut dilakukan di wilayah Jalan Poros Mamuju-Palu, Dusun Bumi Sari, Desa Tangkau, pada 21/09/2026, sebagai langkah untuk memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan mencegah berkembangnya informasi yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Peristiwa bermula pada 15/09/2026, saat seorang warga bernama Badri yang sedang melaksanakan ronda bermaksud membangunkan rekannya dengan cara memukul-mukul tiang besi penyangga kabel WiFi.
Suara tersebut kemudian membuat sejumlah warga di RT 2 Dusun Rawamangun berdatangan dan panik karena mengira terjadi aksi teror, terlebih sebelumnya beredar keresahan terkait kejadian ketuk-ketuk pintu di wilayah lain.
Mengetahui adanya kesalahpahaman tersebut, Kepala Dusun Rawamangun, I Made Eka, kemudian memanggil Badri bersama warga untuk memberikan klarifikasi. Dalam kesempatan tersebut, Badri menyampaikan permintaan maaf kepada kepala dusun dan warga atas tindakannya yang telah menimbulkan kepanikan.
Bhabinkamtibmas selanjutnya memberikan pemahaman kepada warga agar tidak mudah panik maupun terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya. Masyarakat juga diimbau untuk tetap menjaga kerukunan antarumat beragama serta bersama-sama mempertahankan keamanan dan ketertiban lingkungan.
Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam situasi tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian memberikan rasa aman sekaligus memastikan setiap informasi yang berkembang di masyarakat dapat diklarifikasi secara langsung agar tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas.
Kapolres Mamuju Tengah AKBP Ari Prayitno, S.I.K., M.I.K., melalui kepala satuan fungsi kepolisian terkait, mengapresiasi langkah cepat Bhabinkamtibmas dalam merespons keresahan warga serta mengedepankan klarifikasi dan komunikasi langsung guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
Polres Mamuju Tengah mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Apabila menemukan kejadian atau informasi yang berpotensi mengganggu keamanan, masyarakat diharapkan segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian maupun pemerintah setempat.
Kegiatan klarifikasi berlangsung aman dan lancar.


