Home › Mamuju
DKP Sulbar dan Bank Sulselbar Perkuat Pembudidaya Ikan Mamuju

MAMUJU, MATALENSA.ID – Upaya meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan kecil di Kabupaten Mamuju terus didorong melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), penerapan teknologi budidaya, akses pembiayaan, serta kolaborasi lintas sektor.
Komitmen tersebut terlihat dari kesediaan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat, Safaruddin Sanusi DM, M.Sos., M.A.P., bersama Kepala Cabang PT Bank Sulselbar Mamuju, Romy Taha, menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pembudidaya Ikan Kecil Kabupaten Mamuju.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju dengan Fakultas Teknologi Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Mamuju (UNIMAJU).
Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk mempertemukan kebijakan pemerintah, pengetahuan akademik, dan dukungan pembiayaan perbankan dalam mendorong usaha budidaya ikan yang lebih produktif, mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Kepala DKP Sulbar, Safaruddin Sanusi DM, dijadwalkan membawakan materi bertajuk “Arah Kebijakan dan Strategi Akselerasi Perikanan Budidaya Sulawesi Barat: Penguatan Kampung Perikanan Budidaya dan Pokdakan Mandiri Penopang Ketahanan Pangan.”
Materi tersebut akan membahas arah kebijakan pembangunan perikanan budidaya di Sulawesi Barat, pengembangan kawasan budidaya terintegrasi, penguatan kelembagaan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan), serta peningkatan produktivitas dan kualitas hasil budidaya.
Selain itu, pembahasan juga mencakup penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), pengelolaan usaha yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan, serta pemahaman mengenai mekanisme dan persyaratan program bantuan pemerintah.
Penguatan Kampung Perikanan Budidaya dan Pokdakan mandiri diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan, memperluas peluang usaha, serta memperkuat kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian masyarakat.
Dari sisi pembiayaan, Kepala Cabang PT Bank Sulselbar Mamuju, Romy Taha, juga dijadwalkan berbagi strategi melalui materi “Fasilitasi Pembiayaan dan Akses Kredit Perbankan dalam Mendukung Penguatan Usaha Mikro Kelompok Pembudidaya Ikan di Kabupaten Mamuju.”
Materi tersebut akan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai layanan pembiayaan perbankan, persyaratan pengajuan kredit, kesiapan administrasi usaha, pengelolaan arus kas, hingga peluang pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sesuai ketentuan yang berlaku.
Akses pembiayaan dinilai penting karena pembudidaya ikan skala kecil kerap menghadapi kendala biaya pakan, kebutuhan modal kerja, keterbatasan sarana produksi, dan ketidakpastian waktu panen.
Melalui sosialisasi ini, pembudidaya diharapkan mampu memahami peluang pembiayaan sekaligus menyusun perencanaan usaha yang realistis, sehingga kredit dapat dimanfaatkan secara produktif dan tidak menjadi beban baru.
Sementara itu, penandatanganan MoU antara DKP Kabupaten Mamuju dan Fakultas Teknologi Perikanan dan Ilmu Kelautan UNIMAJU menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan antara dunia akademik dan kebutuhan masyarakat.
Kerja sama tersebut diharapkan ditindaklanjuti melalui program konkret, seperti pendampingan teknis budidaya, peningkatan efisiensi pakan, pengelolaan kualitas air, pengendalian penyakit ikan, penerapan teknologi tepat guna, hingga peningkatan mutu hasil panen dan akses pasar.
Perguruan tinggi memiliki peran dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian terapan, inovasi teknologi, dan pendampingan SDM. Sementara pemerintah daerah berperan dalam pembinaan kelompok, fasilitasi program, serta pengembangan potensi perikanan lokal.
Sinergi pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, perbankan, dan perguruan tinggi tersebut mencerminkan pendekatan pentahelix dalam mendukung pembangunan sektor perikanan budidaya.
Kolaborasi ini juga sejalan dengan semangat pembangunan Mamuju KEREN dan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera, dengan menempatkan penguatan ekonomi produktif dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian penting pembangunan daerah.
Keberhasilan kegiatan ini nantinya tidak hanya diukur dari pelaksanaan pelatihan dan penandatanganan MoU, tetapi juga dari tindak lanjut yang dirasakan langsung oleh pembudidaya.
Di antaranya peningkatan kemampuan teknis, penguatan kelembagaan Pokdakan, tersedianya pendampingan usaha, meningkatnya pemahaman akses pembiayaan, serta terbukanya peluang kemitraan pemasaran.
Dengan dukungan lintas sektor yang berkelanjutan, potensi perikanan budidaya Kabupaten Mamuju diharapkan berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal.
Pada akhirnya, pembangunan perikanan budidaya bukan hanya berorientasi pada peningkatan produksi ikan, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat ekonomi nyata dan meningkatkan kesejahteraan keluarga pembudidaya. (*)


