spot_img
Sunday, October 18, 2026

Polda Sulbar Satukan Kekuatan Jaga Mamuju dan Generasi Muda

spot_img

MAMUJU, – Polda Sulawesi Barat menyatukan kekuatan lintas instansi untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkoba di Mamuju. Melalui operasi gabungan pada Sabtu (17/10/26), personel menyasar tempat hiburan malam dan sejumlah pusat keramaian dengan mengedepankan tindakan terukur, persuasif, serta humanis.

Kegiatan yang melibatkan Polresta Mamuju, Denpom XXIII/2 Mamuju, dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Barat tersebut merupakan tindak lanjut program Kapolri dalam pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

Operasi diawali apel gabungan untuk menyamakan langkah dan membagi penugasan. Pengarahan diberikan Kapolresta Mamuju Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi bersama Dirresnarkoba Polda Sulbar Kombes Pol Ardanto Nugroho, Dansat Brimob Kombes Pol Indra Yanitra Irawan, Kabid Propam Kombes Pol Eko Suroso, serta Kabid Gakkum BNNP Sulbar.

Dalam arahannya, Kapolresta Mamuju menekankan bahwa kehadiran petugas harus memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat.

“Kehadiran kita di ruang publik malam ini bukan semata-mata untuk penindakan hukum, melainkan untuk mencegah potensi kejahatan, memberikan rasa aman, serta menunjukkan bahwa negara hadir langsung di sisi masyarakat,” tutur Kombes Pol Ferdyan.

Ia mengingatkan seluruh personel agar menjunjung tinggi hak asasi manusia, mendasarkan tindakan pada informasi yang valid, serta menjalankan pemeriksaan sesuai standar operasional prosedur. Apabila ditemukan tindak pidana, penanganannya harus dilakukan secara adil dan transparan.

Usai pengarahan, personel dibagi menjadi dua tim untuk menyasar tiga lokasi utama, meliputi tempat hiburan malam dan pusat keramaian yang menjadi tempat berkumpul masyarakat, termasuk remaja serta komunitas pengendara motor.

Dirresnarkoba dan Kabid Propam turut menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi, kedisiplinan, serta keselamatan selama pelaksanaan tugas.

Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Memo Ardian, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa operasi tersebut membawa pesan perlindungan masyarakat yang sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat.”

“Yang ingin kita lindungi adalah masa depan anak-anak kita, ketenteraman keluarga, dan keamanan lingkungan. Karena itu, pemberantasan narkoba harus berjalan bersama pelayanan yang humanis. Petugas wajib tegas terhadap tindak pidana sekaligus menghormati hak setiap warga,” jelasnya.

Menurutnya, kehadiran polisi bersama unsur terkait juga harus membuka ruang komunikasi agar masyarakat berani menyampaikan informasi mengenai dugaan peredaran narkoba di lingkungannya.

“Polisi Bersama Masyarakat berarti membangun kepedulian bersama. Kami mengajak warga menyampaikan informasi kepada petugas untuk ditindaklanjuti dan diverifikasi. Informasi yang akurat membantu aparat mengambil langkah yang tepat, tanpa memberi cap negatif kepada suatu lingkungan maupun kelompok masyarakat,” tambahnya.

Kombes Pol Memo Ardian menekankan bahwa profesionalisme menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik selama operasi berlangsung.

“Setiap pemeriksaan harus dapat dipertanggungjawabkan. Tujuan kita adalah menghadirkan lingkungan yang aman, melindungi generasi muda, serta memastikan masyarakat merasakan kehadiran polisi yang peduli dan siap membantu,” tegasnya.

Melalui sinergi lintas instansi dan dukungan masyarakat, operasi ini diharapkan memperkuat pencegahan serta penegakan hukum terhadap peredaran narkotika di wilayah Mamuju.

(*)

spot_img

Baca juga

- Advertisement -
Terpopiler