atang mewakili mereka? Kepercayaan rakyat pada pemilu bukan diuji dari pidato yang indah tetapi ia diuji dari hal sederhana, apakah daftar ini jujur? Jika daftarnya tidak jujur, apa pun hasilnya akan diragukan.
Namun jangan biarkan hal ini membuat kita putus asa biarkan hal ini justru membangkitkan semangat kita untuk berbenah. Inilah panggilan terindah dari demokrasi bukan sekadar datang memilih, tetapi menjaga agar setiap orang yang berhak bisa datang. Tugas kita kini jelas dan mulia. Turun ke lapangan, dari rumah ke rumah, bertanya dengan tulus siapa yang baru berusia 17 tahun? Siapa yang baru menikah secara sah? Siapa yang pindah? Siapa yang telah berpulang? Catat mereka. Verifikasi mereka. Masukkan yang berhak dan hapus yang telah pergi. Lakukan ini bukan sekadar karena aturan menyuruh, tetapi karena kita menghormati kehidupan. Menambahkan nama pemilih baru berarti kita berkata: “Selamat datang, suaramu dibutuhkan.” Menghapus nama yang telah tiada berarti kita berkata: “Terima kasih telah berjuang, beristirahatlah dengan tenang kami menjaga nama dan kehormatanmu agar tidak disalahgunakan.” Inilah penghormatan tertinggi yang bisa kita berikan.
Demokrasi yang baik tidak dibangun di atas kenyamanan, ia dibangun di atas keberanian memperbaiki kesalahan. Tidak terlambat. Masih ada waktu. Selama tahapan belum tertutup, pintu perbaikan tetap terbuka. Kita tidak membiarkan satu pun warga yang berhak tertinggal, dan tidak membiarkan satu pun nama yang telah tiada tetap berdiri seolah-olah masih hidup. Mari kita kerjakan ini bersama-sama petugas, pengawas, masyarakat dengan ketelitian, kejujuran, dan rasa hormat yang sebesar-besarnya. Karena pada hari pemungutan suara nanti, yang akan berdiri di TPS bukanlah sistem, bukanlah data turunan, bukanlah laporan dari jauh melainkan kita, warga yang hadir, hidup, dan berhak menentukan masa depan. Dan saat itu tiba, biarlah setiap nama yang dipanggil adalah nama yang benar-benar pantas didengar dan setiap suara yang diberikan adalah suara yang benar-benar hidup.
Tentu setiap harapan dan masa depan bangsa ini tergantung dari kita bagaimana kita melakukannya dengan jujur dan senangtiasa bekerja dengan tulus dengan memberikan hak bagi yang berhak dan memutus dan mengeluarkan nama yang sudah tidak berhak sehingga kecurangan bisa di benahi sejak dini. Selain itu tentu memahami akan pentingnya hak pilih tersalurkan bagi yang berhak Adalah proritas utama tampa pandang bulu dan tidak membedakan. Yakinkan dirimu bahw jika pemilih kita baik maka tentu akan lahir pemimpin yang baik pula bukan sekedar kemenangan hakiki tetapi kemenangan yang di dapatkan dari pemilih yang memiliki hak mutlak bukan pemilih yang di gantikan karena meninggal.
Oleh: Supardi


