spot_img
Monday, September 21, 2026

BKTM Salulekbo dan Warga Berjibaku Cegah Api Meluas Capai 7 Hektare

spot_img

Matalensa.id –Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Dusun Karomana, Desa Salulekbo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah. Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, luas lahan masyarakat dan kawasan hutan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 7 hektare, termasuk sekitar 3 hektare kawasan hutan alam.

Bhabinkamtibmas Desa Salulekbo Polsek Topoyo Polres Mamuju Tengah mendatangi lokasi untuk melakukan pemantauan sekaligus membantu upaya penanganan kebakaran yang masih menyisakan sejumlahtitik api.

Kondisi api yang belum sepenuhnya padam membuat kebakaran masih berpotensi menjalar ke area lainnya. Masyarakat sekitarpun terus melakukan upaya pemadaman secara gotong royong menggunakan tangki semprot dan peralatanyang tersedia.

Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Jarak sumber air yang cukup jauh dari lokasi menjadi salah satu hambatan, ditambah kondisi medan yang membuat kendaraan roda empat belum dapat mengakses langsung titik kebakaran.

Dari hasil keterangan saksi dan masyarakat di sekitar lokasi, titik awal api diperkirakan berasal dari area kebun yang berada di kawasan hutan sebelum  kemudianmerambat ke lahan masyarakat lainnya. Namun, hingga saat ini belum terdapat fakta yang dapat memastikan penyebab kebakaran maupun pihak yang bertanggung jawab atas munculnya api.

Petugas juga memperoleh informasi bahwa saat masyarakat melakukan pengecekan di salah satu area kebun, ditemukan seorang penggarap yang sedang melakukan pembersihan kebun yang telah ditanami kelapa sawit. Identitas penggarap tersebut masih belum diketahui secara pasti dan saatdilakukan pengecekan lebih lanjut, yang bersangkutan sudah tidak berada di lokasi.

Kapolres Mamuju Tengah AKBP Ari Prayitno, S.I.K., M.I.K., melalui Kasat Binmas Polres Mamuju Tengah, mengapresiasi kepedulian masyarakat yang bersama-sama melakukan upaya pemadaman serta mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi karhutla, khususnya di tengah kondisi lahan yang kering.

Polres Mamuju Tengah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang dapat memicu munculnya api. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.

Personel kepolisian bersama masyarakat akan terus melakukan pemantauan dan upaya pemadaman hingga seluruh titik api benar-benar padam. Pengecekan kembali terhadap area yang telah terbakar juga dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

spot_img

Baca juga

- Advertisement -
Terpopiler