spot_img
Thursday, September 17, 2026

800 Unit Bedah Rumah di Mateng Tahun 2026, Arsal Berharap Rampung Akhir Desember

spot_img

Mateng,Matalensa.id -Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah mendapat kuota Bantuan Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 800 unit pada tahun 2026 dari pemerintah pusat

Hal ini diungkapkan Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras. Ia merinci kuota tersebut terbagi dalam tiga tahap. Tahap pertama sebanyak 200 unit, tahap kedua 300 unit, dan tahap ketiga 300 unit.

“Jadi total kuota tahun ini ada 800 unit,” kata Arsal,  usai mengikuti sosialisasi bantuan Bedah rumah tahun 2026, di Aula Kantor Bupati. Rabu, (16/9/2026). 

Ia berharap program ini, tidak mengalami penundaan dan dapat tuntas hingga akhir Desember 2026.

Untuk memastikan program berjalan lancar, kata Arsal,Pemkab Mamuju Tengah sengaja mengundang para penerima bantuan tahap kedua agar memahami mekanisme bantuan.

“Untuk memastikan program itu berjalan dengan baik tidak ada masalah, penerima bantuan tahap kedua ini kita undang supaya mereka bisa memahami,” ujarnya.

Arsal menjelaskan, bantuan ini merupakan bantuan stimulan sebesar Rp20 juta per penerima. Tentunya ia juga berharap ada swadaya dari penerima agar hasil perbaikan lebih maksimal.

“Harapannya, bantuan stimulan ini ada model,model swadaya di dalamnya, dimana pemerintah memberikan bantuan 20 juta dengan harapan penerima juga punya modal tersendiri untuk memperbaiki rumahnya,” jelas Arsal.

“Gabungan inilah yang nantinya tidak akan membuat rumahnya tidak bocor, tidak bolong dan lantainya tidak beralaskan tanah lagi sehingga rumah mereka menjadi rumah layak huni,” sambungnya.

Terkait verifikasi, Arsal menegaskan Pemkab berkolaborasi dengan Balai untuk memastikan bantuan tepat sasaran berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) / desil.

“Kami ingin memastikan betul bahwa masyarakat kami yang menerima bantuan ini masyarakat tepat sasaran, berada pada desil itu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Berdasarkan data Dinas Perkimtan Mamuju Tengah,masih terdapat lebih dari 7.000 rumah tidak layak huni yang harus diperbaikidalam beberapa tahun ke depan. Sementara yang sudah tuntas diperbaiki sekitar 3.800 unit.

“Kita sudah mendapatkan bantuan kurang lebih 3.800 yang sudah tuntas dan masih ada kurang lebih 7.000 lebih yang harus kita perbaiki ke depan,” ungkapnya.

Arsal menyebut tahun ini, merupakan tahun pertama Mateng mendapat bantuan bedah rumah dari pusat dalam jumlah besar. Ia berharap program ini sukses sehingga tahundepan kuotanya bisa lebih besar.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan launching inovasi dari Dinas Perkimtan. Inovasi tersebut berupa sistem pendataan berbasis foto dan titik koordinat untuk seluruh rumah tidak layak huni di setiap desa hingga pelosok.

“Sistem inilah yang akan mengidentifikasi apakah si A sudah masuk desil satu atau desil empat. Sehingga menurut regulasi, dia yang harus didahulukan karena sudah memenuhi syarat yang ditentukan,” tutup Arsal. (*)

spot_img

Baca juga

- Advertisement -
Terpopiler