MAMUJU, MATALENSA.ID — Aksi unjuk rasa yang dilakukan aliansi himpunan mahasiswa di Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar) yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mamuju, Ikatan Muhammadiyah (IMM) Mamuju, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mamuju dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Mamuju dengan menuntut Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat, Bahtiar Baharuddin, untuk menyampaikan aspirasi dengan berdialog langsung, Minggu (22/9/224).
Aksi tersebut dimulai sejak pukul 12.00 WITA di depan pintu gerbang kantor Gubernur Sulbar, demonstrasi sempat diwarnai kericuhan sesama massa aksi karena dihadapkan dengan aparat kepolisian dan satuan polisi dan pamong praja (Satpol pp).
Ass’ad dalam orasinya mengatakan, kedatangan massa tersebut hanya untuk bertemu dengan Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin dengan menyampaikan aspirasi melalui dialog secara langsung.
“Kedatangan kami ini hanyalah untuk berdialog dengan Pak PJ,”singkatnya.
Ahyar, menambahkan dalam orasinya, pihaknya sangat menyayangkan jika setiap aksi hanya dipertemukan aparat kepolisian dan TNI hanya untuk di benturkan kepada mereka, kami menyayangkan jabatan yang dimiliki sebagai Penjabat Gubernur Sulbar menghalangi apresiasi rakyat
“Kami dipertemukan dengan aparat TNI/Polri untuk dibenturkan kepada kami, saya sampaikan kepada aparat, jangan menjadi tameng di daerah kita mari kita sama-sama menyampaikan aspirasi dan sangat menyayangkan jabatan yang dimiliki Penjabat Gubernur itu hanya untuk menghalangi apresiasi rakyat,”ungkapnya.
Dari pantuan Reporter Rakyatsulbar.com dilapanga, hingga kini Pj Gubernur Sulawesi Barat Baharuddin Bahtiar belum menemui massa aksi sejak pukul 12.00 sampai saat ini. (MFj)


