spot_img
Wednesday, June 3, 2026

Peduli Nurvaizah, SDM PKH Mamuju Berbagi

spot_img

Mamuju, Matalensa.id – Nurvaizah seorang anak yang beberapa terakhir ini viral di media sosial karena penyakit yang ditanggungnya, ya tentunya pada kisah anak tersebut menggugah hati para netizen.

Sastra Iskandar diakun facebooknya, menyampaikan keprihatinan terhadap anak tersebut sehingga membuat para Komunitas SDM tenaga pendamping PKH dalam komunitasnya di Mamuju melakukan kunjungan di rumah tempat ia menumpang di Mamuju.

“Kita sekarang berkunjung kerumah Nurvaizah bertemu dengan ortu dan berbagi menyisihkan sedikit rezeki kepada ortu nurvaizah, ” Ungkap Sastra yang juga Juga Dewan penasehat Komunitas SDM PKH Peduli yang juga pendamping Kecamatan Bonehau, Sabtu 13 juni 20

Lanjutnya, Komunitas yang mengatasnamakan SDM Pendamping PKH Peduli juga mengedukasi kepada orang tua Nurvaizah agar anaknya segera di bawah kerumah sakit guna memperjelas diagnosa penyakit yang dikandung anak itu.

Mendengar dari kronologi Nurvaizah bahwa anak tersebut sudah kurang lebih 6 bulan menderita penyakit tersebut, dan juga sudah pernah di bawa kerumah sakit namun dikeluarkan oleh orang tuanya karena selama 11 hari dalam rumah sakit juga tak kunjung ada perubahan.

“Sudah pernah masuk rumah sakit pak cuma dikeluarkan karena tak kunjung ada perubahan,” Kata bapaknya , Abdul Wahid

Melihat dari sisi ekonomi kedua orang tuanya juga adalah orang kurang mampu atau menengah kebawa yang menjadi alasan untuk tidak bertahan dirumah sakit.

Namun setelah diberikan pencerahan dari beberapa anggota komunitas mengedukasinya dengan baik memberikan masukan kepada kedua orang tuanya sehingga anak tersebut dibawa kerumah sakit Mitra Mamuju.

Diketahui anak tersebut sekolah di SDN Inpres Pabettengan Kacamatan Bonehau yang umurnya masih belasan tahun dan baru kelas dua SDN yang tentunya perlu dukungan dari segala pihak.

Jusriah Pendamping PKH Kecamatan Simbora juga menyampaikan Keprihatinan kepada anak tersebut dan berharap kepada seluruh masyarakat agar bergandengan tangan dalam meringankan beban orangtua anak tersebut.

“Gotong royong dan saling bahu membahu dengan meringankan beban ortu tersebut, kita sebagai warga Mamuju harus selalu memgentalkan jiwa gotong royong dalam kemanusiaan,” Tutup Jusriah

spot_img

Baca juga

- Advertisement -
Terpopiler