MAMUJU,MATALENSA.ID-Masyarakat lingkungan Tangnga-Tangnga,Kelurahan Labungan Kecamatan Banggai Timur,Kabupaten Majene ramaikan kegiatan Sayyang Pattu’du,Minggu (8/12)
Sekedar diketahui bahwa kegiatan tersebut di ikuti puluhan peserta yang telah berhasil menghatamkan Al-qur-an sebanyak 30 JUZ.
Menurut salah satu warga setempat Lukman,mengatakan bahwa kegiatan Sayyang Pattu’du tersebut rutin di laksanakan oleh masyarakat setempat.
“Kami masyarakat di sini tiap tahun melaksanakan seperti ini,dan rutenya sampai keliling di wilayah tangnga-tangnga.”Ujarnya
Sayyang pattu’du atau “Kuda Menari” adalah tradisi yang ada ditanah mandar, tradisi ini berupa rasa syukur terhadap anak-anak yang berhasil menghatamkan Al-Qur’an sebanyak 30 juz.
Syukuran itu dilakukan dalam bentuk arakan kelilimg kampung dengan menggunakan seekor Kuda yang menari dibawah lantunan irama para pengiringnya yg disebut dengan (Parrawana),dan diiringi pula dengan Kalinda’daq Mandar.
Tradisi ini selain dipakain dalam rangka khataman al-qur’an, juga bisa dijumpai dalam acara pernikahan (Tokaweng).Dan dilakukan juga oleh siswa SD kelas 6 yang sudah mau tamat.
Masyarakat Mandar meyakini Khataman Al-qur’an dan profesi adat Sayyang Pattu’du punya pertalian erat,bahkan tidak sedikit orang mandar yang berdiam di sulawesi barat rela kembali kampung halamannya demi mengikuti tradisi Sayyang Pattu’du.
Sementara Kalinda’daq merupaakan sebuah tradisi yang dilakukan orang mandar berupa penyampaian perumpamaan saat hendak menyampaikan keiinginannya kepada seseorang terutama orang yang berada di Sayyang Pattu’du, biasanya penyampaian itu (Kalinda’daq) berupa sindiran-sindiran atau pantun yang bisa membuat orang yang sedang berada diatas kuda bisa tersenyum.
Kalinda’daq juga terkadang berupa bernuansa puisi dan pantun, rayuan kepada wanita, dan bahkan terkadang juga berisikan motivasi atau semangat kepada wanita maupun pria yang berada diatas kuda menari (Sayyang Pattu’du) dan para pejuang pada masa perjuangan perebutan wilayah kekuasaan para Raja ditanah Mandar (musraho/dyf)


