MAMUJU TENGAH,MATALENSA.ID–Sebanyak 16 Desa di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) terima sertifikat dari hasil program Strategis Nasional tahun 2019.

Diketahui bahwa penyerahan sertifikat tanah digelar di Rujab Bupati Mamuju Tengah,Senin. (17/2).

Menurut Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Mamuju Tengah M.Bakri
bahwa penyerahan sertifikat ini merupakan suatu wujud nyata dari kepedulian pemerintah kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Mamuju Tengah dalam rangka memberikan suatu tanda bukti hak atas tanah berupa sertifikat.

“Semoga dengan diterimanya sertifikat hak milik bapak/ibu sekalian nantinya dapat memberikan rasa aman, rasa tentram, kemantapan hati, karna mulai hari ini sudah dapat dibuktikan bahwa bapak/ibu sekalian adalah pemilik yang sah atas bidang tanah yang bapak ibu tempati selama ini.”Terang Bakri

Lanjut “Perlu kami laporkan bahwa pada acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat hasil Program Strategis Nasional Tahun 2019, akan diserahkan sebanyak 2.000 sertifikat Hak Milik atas tanah yang berasal dari 16 Desa,”ungkapnya.

Dari 16 Desa masing-masing, Desa Babana terima 300 sertifikat, Desa Kire114 sertifikat, Desa Barakkang 100 sertifikat, Desa Tasokko 400 sertifikat, Desa Lara 200 sertifikat, Desa Pangale, 100 sertifikat, Desa Kombiling 80 sertifikat, Desa Tobadak, 300 sertifikat, Desa Budong-budong terima 14 sertifikat tanah, Desa Pasapa, 150 sertifikat, Desa Sanjango, 25 sertifikat, Desa Karossa, 46 sertifikat, Desa Benggaulu, 25 sertifikat, Desa Batu Parigi, 125 sertifikat, Desa Polongaan, 15 sertifikat dan Desa Sejati, 20 sertifikat tanah.

“Pada tahun 2019, Kantor Pertanahan Kabupaten Mamuju Tengah mendapat target pengukuran sebanyak 8.800 bidang tanah, tetapi yang dapat diteruskan menjadi Sertifikat Hak Milik hanya sebanyak 5.018 sertifikat, hal ini disebabkan beberapa hal diantaranya adalah masih banyaknya bidang tanah yang belum terpasang patok batas pada saat dilakukan pengukuran. Dan terdapat beberapa bidang tanah yang telah terbit sertifikat transmigrasi sehingga apabila diteruskan akan menimbulkan tumpang tindih sertifikat,”tutupnya

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt Asisten Bidang Pemerintahan Setda Mamuju tengah, Anwar Nasir, Wakil Ketua I DPRD Mamujutengah, Herman, Asisten Bidang Administrasi Umum, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Mamuju tengah bersama Jajarannya, Pabung Mamuju tengah Kodim 1418/Mamuju, Danramil Budong-budong, Para Kepala OPD Lingkup Pemkab Mamuju tengah, Kepala Desa, dan Masyarakat Penerima Sertifikat Tanah. (spr/dyf