MAMUJU,MATALENSA.ID-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat (Sulbar) memiliki tugas lama yang di limpahkan dari Oelh Kejati Sulsel.

Diantaranya adalah sejumlah perkara korupsi di wilayah Provinsi Sulawesi Barat yang sebelumnya ditangani Kejati Sulsel, lalu dilimpahkan ke Kejati Sulbar.

Menurut Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulbar, Feri Mupahir,bahwa ada 6 kasus korupsi yang diwariskan Kejati Sulsel ke Sulbar.

Dua kasus diantaranya telah masuk tahap penuntutan, Sementara 3 kasus sedang tahap penyidikan dan 1 kasus lainnya masih penyelidikan.

“Yang dilimpahkan Kejati Sulsel itu masih tahap lidik ada 1 kasus, tahap sidik ada 3 dan sudah masuk penuntutan ada 2 kasus,” terang Feri kepada wartawan, belum lama ini Saat di ruang kerjanya.

Ia menuturkan, dua perkara tipikor yang sudah sampai tahap penuntutan, yakni kasus pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Kabupaten Mamasa tahun anggaran 2015 dan kasus pengadaan bibit ternak babi di Kabupaten Mamuju 2017.

Pada kasus PLTMH itu telah menetapkan tiga orang menjadi tersangka,dan telah menimbulkan kerugian negara ditaksir mencapai Rp 1,6 miliar. Sedangkan kasus pengadaan bibit ternak,di taksirkan kerugian negara hingga Rp 466 juta dan telah menetapkan 3 orang sebagai tersangka.

“Kasus PLTMH ini merugikan negara Rp 1,6 miliar, memang total loss. Kalau kasus bibit babi dari anggaran Rp 916 miliar, kerugian negara Rp 466 juta,” jelas Feri.

Untuk perkara yang masih tahap lidik dan sidik, Feri mengaku belum bisa membeberkan kasus tersebut.

“Belum bisa dibeberkan (kasus lidik dan sidik), takutnya yang bersangkutan sembunyikan barang buktinya,” tutupnya(sdr/C)