MAMUJU,MATALENSA.ID–Program bedah rumah yang di peruntukkan khusus untuk warga miskin atau kurang mampu di Desa Labuang Rano,Kecamatan Tapalang Barat,Kabupaten Mamuju,Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mendapat sorotan warga

Masyarakat Desa Labuang Rano menyayangkan data yang muncul tidak sesuai data yang dikirim oleh pihak pemerintah Desa ke Balai Satker

Diketahui bahwa hanya sekitar 50 kepala keluarga yang di survei oleh pihak Sakker.

Hal tersebut juga disampaikan warga juga merupakan Kepala Dusun didesa Labung Rano Salahuddin sangat menyayangkan soal pendataan rumah warga yang di survei tidak sesuai.

Menurutnya bahwa ada beberapa warganya di anggap layak untuk di survei namun nama-nama mereka tidak ada dalam data survei yang yang di kunjungi oleh pihak dari PUPR yang dikirim oleh pihak pemerintah desa yang di survei langsung oleh pihak dari Satker

“Saya sangat menyankan pan kenapa saat pendataan tidak saya tidak dilibatkan ataupun di beritahukan.”Jelas Salahiddin

Hal sama juga disayangkan oleh Tokoh Pemuda Aksa Wahyu juga menyanyangkan dengan adanya data yang turun untuk dilakukan survei dari pihak Satker,yang diduga sangat tidak sesuai data yang masuk beberapa bulan lalu yang di data langsung oleh pihak perangkat desa.

“Saya bertanya kepada pihat Satker ini data yang masuk data tahun berapa,kenapa tidak sesuai data yang dilokasi.”Terang Wahyu

Wahyu berharap agar pihak pemerintah termasuk pihat Satker yang turun langsung ke Desa Labuang Rano agar bisa betul-betul melihat mana yang layak dan mana yang tidak

Sementara itu Kepala desa Labuang Rano Hamzah Mika memyatakan bahwa soal adanya sorotan beberapa warga khusus di dusun Tinaungan yang di survei langsung oleh Pak Ikbal selaku pihat Satket tidak mengetahui

“Data yang masuk itu sesuai data 2019 yang di data langsung oleh pihak Desa.”Tutur Hamzah Mika (ir/dyf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here