Poto Sekertaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Muhammad Idris saat membuka secara remi pelaksanaan musrenabng Kabupaten Majene yang berlangsung di ruang pola Kantor Bupati Majene, Senin( 25/03) (Photo Humas Pemrov Sulbar)

MAJENE,MATALENSA.ID—Musyawarah perencanaan pembangunan (Murenbang) merupakan rangkaian proses strategis yang dibangun sebagai wahana untuk berdiskusi, berembug atau melakukan tukar pikiran dan pendapat anyar pemangku kepentingan yang ada, dan dapat memaksimalkan segala potensi dan upaya kita dalam melaksankan pembangunan di tahun 2020.

Poto Sekertaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Muhammad Idris saat membuka secara remi pelaksanaan musrenabang Kabupaten Majene yang berlangsung di ruang pola Kantor Bupati Majene, Senin( 25/03) (Photo Humas Pemrov Sulbar)

“Semoga dengan musrenbang ini mampu menghadirkan proses perencanaan pembamgunan yang efektif, efesien, partisifatif dan akuntabel, sehingga bermuara pada tercapainya dokumen perencanaan yang berkualitas, ” harap Muhammad Idris saat membuka secara remi pelaksanaan musrenabang Kabupaten Majene yang berlangsung di ruang pola Kantor Bupati Majene, Senin( 25/03)

Ia juga menyampaikan, penyelenggaraan musrenbang daerah merupakan tahapan penting dalam proses penyusunan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) baik provinsi maupun daerah, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang sistem Perencanaan Pembamgunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah.

Dilanjutkan, saat ini pemerintah Provinsi Sulawesi Barat telah melakukan rangkaian proses perencanaan dan telah menetapkan tema dalam rencana kerja pemerintah daerah tahun 2020 yakni, peningkatan sumber daya manusia dan daya saing wilayah untuk kesejahteraan masyarakat.

“Sebagai wujud dari komitmen pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam mendukung percepatan pembangunan di kabupaten, Pemprov Sulbar telah mengalokasikan anggaran bantuan keuangan khususnya di Kabupaten Majene sebesar delapan miliar rupiah, yang terdiri atas bantuan keuangan ke kabupaten maupun bantuan keuangan kepada desa untuk program prioritas Mandiri, Cerdas dan Sehat ( Marasa) untuk sepuluh desa tertinggal di Kabupaten Majene,”sebut Idris.

Bupati Majene Fahmi Massiara pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa, kegiatan perencanaan pembangunan Kabupaten Majene sebagai media untuk menghasilkan suatu kesepakatan antar subjek dan objek pembangunan mengenai RKPD yang menitikberatkan pada sinkronisasi dengan hasil musrenbang tingkat Kecamatan.

“Perencanaan pembangunan pada tahun 2020 mendatang terfokus kepada optimalisasi pencapaian target indictor kinerja utama pembangunan daerah. Untuk itu, kepada seluruh OPD agar dapat melakukan kajian dan identifikasi serta merumuskan program dan kegiatan tindak lanjut yang akan dilaksanalan berdasarkan peroiritas pembangunan yang ingin direalisasikan di tahun 2020,” harap Fahmi. (Humas Pemrov Sulbar/ishak).