Foto: Ratusan Perawat yang tergabung dalam Gerakan Perawat Honor Indonesia (GNPHI) Kabupaten Mamuju,gelar aksi unjuk rasa di halaman kantor Bupati Mamuju,Kamis (06/12). (Photo Sudirman-UnderPhoto)

MAMUJU,MATALENSA.ID—-Ratusan Perawat yang tergabung dalam Gerakan Perawat Honor Indonesia (GNPHI) Kabupaten Mamuju,gelar aksi unjuk rasa di halaman kantor Bupati Mamuju,Kamis (06/12).

Foto: Ratusan Perawat yang tergabung dalam Gerakan Perawat Honor Indonesia (GNPHI) Kabupaten Mamuju,gelar aksi unjuk rasa di halaman kantor Bupati Mamuju,Kamis (06/12). (Photo Sudirman-UnderPhoto)

Dari pantauan Matalensa.id Sekitar 100 lebih Massa aksi mendatagi Kantor Bupati Mamuju dengan menggunakan pakaian Hitam putih dan Jilbab merah dan memakai vita hijau sebagai tanda anggota massa aksi.

Diketahu bahwa para perawat tersebut yang bekerja di 22 Puskesman yang ada di Kabupaten Mamuju dan bahkan sebagian ada yang bekerja sebagai tenaga perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju,dan RSUD Sulbar.

Korlap massa aksi Anjas menuturkan,kehadiran kami disini adalah meminta kepada pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Mamuju,agar segerah kiranya memenuhi tuntan kami sesuai dengan profisional kinerja tenaga Perawat yang tertuang dalam undang-undang yang berlaku.

“Kami yakinkan apa bila tuntutan kami tidak di akomudir,maka 22 Puskesmas ditambah Rumah Sakit kami akan istirahat total (Tidak bekerja sama sekali),” ujar Anjas saat orasi.

Foto: Ratusan Perawat yang tergabung dalam Gerakan Perawat Honor Indonesia (GNPHI) Kabupaten Mamuju,gelar aksi unjuk rasa di halaman kantor Bupati Mamuju,Kamis (06/12). (Photo Sudirman-UnderPhoto)

Adapun tututan Massa aksi sebagai berikut

1.Menolak moratorium penerimaan tenaga perawat yang diperkerjakan di instansi kesehatan dalam bentuk apapun,sampai perawat honorer dan sukarela mendapatkan kejelasan status.

.Meminta kepada pemerintah Kabupaten Mamuju memperjelas status tenaga kontrak dan sukarela menjadi tenaga honorer Kabupaten yang dituangkan dalam bentuk SK Bupati.
3.Meminta kepada pemerintah Kabupaten Mamuju memberikan upah layak untuk Perawat sesuai dengan UMK Kabupaten Mamuju, dan diusulkan untuk masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2019.
(*/dyf)