Foto : Kepala BPS Sulbar Ir.Win Rizal,M.E

MAMUJU,MATALENSA.ID–Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar),gelar Pres Rilis terkait dengan perkembangan nilai tukar petani pada bulan Agustus 2018 di Sulbar.Senin (03/09/2018) dilantai 2 Kantor BPS Sulbar jalan Martadinata Simboro Mamuju.

Baca juga

http://matalensa.id/2018/09/04/kasus-korupsi-pengadaan-lampu-jalan-di-polmankejati-sulselbar-rampungkan-berkas/

Kepala BPS Sulbar Ir.Win Rizal,M.E,menjelaskan bahwa nilai tukar petani (NTP) di Sulawesi Barat (Sulbar) pada bulan Agustus itu sebesar 111,56 ,turun 0,18 persen jika di bandingkan NTP pada bulan Juli 2018.

Selain itu juga,NTP menurun subsebtor tercatat untuk subsebtor tanaman pangan (NTP-P) 99,15,subsebtor Hortikultura (NTP-H)114,16) subsebtor pada tanaman perkebunan Rakyat (NTP-R) 121,38,subsebtor peternakan (NTP-T) 107,33,dan subsebtor perikanan (NTN) 108,55.

Menurutnya bahwa hasil dari hasil penmantuan harga komsumen dipedesaan menujukkan bahwa terjadi deflasi pedesaan di Sulawesi Barat itu pada bulan Agustus 2018 sebesar 0,16 persen,secara umum dipicu oleh indeks harga kelompok pengeluaran bahan makanan dan pendidikan,Rekreasi ,dan Olahraga yang mengalami penurunan. Uraingnya

Inflasi di daerah pedesaan hanya terjadi di 5 Provinsi di Indonesia,dan tertinggi itu di Negro Aceh Darussalam 0,30 persen dan terendah ada di Kepulauan Riu 0,12 persen.Dan Provinsi Sulawesi Barat sendiri menempati urutan 17 dari 27 provinsi yang mengalami deflasi pedesaan” Jelasnya (*)

Baca juga

http://matalensa.id/2018/09/04/tari-gemu-fa-mi-re-kodim-1402-polmas-melebihi-target/