MAMUJU,MATALENSA. ID – – Bank Indonesia perwakilan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), gelar focus group discusion (FGD) dalam rangkat optimalisasi pemanfaatan APBD untuk percepatan ekonomi di Sulawesi Barat. Kamis (5/7/2018)

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bappeda Sulbar,Junda Maulana, Kepala DJBPM Sulbar Saiful Islan,Kepala BI Dadal Angkoro dan para undangan lainnya yang sempat hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutanya Dadal Angkoro mengatakan,kegiatan ini bertujuan untuk mepenfaatan atau optimalisasi anggaran pemerintah dari sisi viskalnya. Terkhusus anggaran ABPD dalam kerangka mempercepat pertumbuhan ekonomi,khususnya ekonomi Provinsi Sulawesi Barat.

“Hari ini kita mengadakan yang kita namakan focus group discusion (FGD),dengan menghadirkan narasumber langsung dari Jakarta yaitu prof.Dr.Robet Sumanjuntak (staf ahli kementrian keuangan) bersama juga dari staf sekreteriat pengendali inflasi pusat. Mereka dihadirikan ke Mamuju khusus berbicara bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ujar Dadal dihadapan para tamu undagan

Lanjut dikatakanya,dari sisi viskal anggaran pemerintah dapat mendorong perekonomian dimana selama ini dipertanyakan ke-BI. Melalui pemanfatan dari sisi viskal ini , bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi berdasarkan isensi atau objektif dari OPD.

“Tentunya,kaitan kalau kita bicara viskal kita bicara pertumbuhan ekonomi yang berkaitan erat dengan moniter dan BI. Pertanyaannya tadi bagaimana serapan anggarannya,tantangan tantangan teknisnya seperti apa,padahal yang kita inginkan adalah pertumbuhan ekonomi didorong oleh pemerintah dan sektor swasta,” sambungnya

Dadal juga menuturkan meskipun pihak swasta turut andil dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,secara umum pemerintah tetap menjadi pendorong utama dari pertumbuhan ekonomi.

“Kecuali negara negara yang sudah maju seperti Amerika Serikat,itu swasta yang lebih dominan tetapi seperti negara Indonesia atau negara yang berkembang pemerintah menjadi motor utama untuk menggerakkan ekonomi. Anggaran terhenti pasti perekonomian juga terhenti,ada problem teknisnya yang perlu kita ketahui apa penyebabnya sehingga serapan sedikit di awal awal dan tertinggi di akhir akhir triwulan,” terang Dadal

Ia juga menambahkan,melihat dari penyerapan anggaran di akhir akhir triwulan seperti infrastruktur penyerapan di akhir efektipitas sangat berkurang,penyerapan anggarannya relatif tidak berdampak keekonomi itu menyebabkan menjadi kewatiran kami.

“Kalau bisa dilakukan dari awal infrastrukut berjalan dari awal,pertumbuhan ekonomi lebih tinggi itu yang kami harapkan,” himbuh Kepala BI itu. (Kar)