MAMUJU,MATALENSA.ID—Berbagai komunitas yang peduli akan kemanusiaan kembali memberikan bantuan bahan pokok kepada Muliadi (44),salah satu warga Kelurahan Mamunyu Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar),Rabu (20/6/2018).

Komunitas tersebut mendatangi kediaman Muliadi dan langsung memberikan bantuan bahan pokok seperti beras,gula,susu,teh,kopi dan kue dan lain – lain,yang saat ini hanya bisa menjaga anaknya dirumah,lantaran ia mengalami kecalakaan saat bekerja buruh bangunan sejak tahun lalu.

Semntara itu,salah satu komunitas yang juga merupakan mahasiswa STIT Al Chaeriyah Mamuju, Basri A Muin saat di temui Wartawan Matalensa.id,mengatakan bahwa tujuan dilakukan dengan menggandeng berbagai komunitas yang ada di Sulbar seperti Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) Wilayah Sulbar,mahasiswa STIT Al Chaeriyah dan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia Wilayah Sulbar yang merasa terpanggil untuk membantu dan meringankan penderitaan keluarga Muliadi.

Menurutnya, dimana kondisi fisiknya yaitu kedua tangannya diamputasi sehingga tak dapat bekerja akibat tersengat tegangan tinggi saat bekerja dirumah salah satu warga yang ada di Mamuju.Kini untuk untuk menapkai keluarganya istrinya Jumiati menjadi buruh cuci dengan upah Rp 35000.

“Belum lagi anaknya pak berjumlah 7 orang yang masih kecil-kecil untuk dinapkai,”ujarnya disela-sela memberikan bantuan kepada Matalensa.id

Ia pun,mengimbau kepada masyarakat agar bisa menyalurkan bantuan terutama untuk kelangsungan anak-anaknya untuk mengenyam pendidikan.Dimana kata Basri, pendidikan merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia dan wajib untuk saling membantu.

“Sesuai amanat UU 1945 pasal 31 bahwa setiap warga negara mempunyai hak untuk mengenyam pendidikan,”ungkapnya.

Senada juga disampaikan Sekertaris KKMB Wilayah Sulbar, Yusran mengatakan setelah melihat kondisi Muliadi beserta keluarganya yang menjadi catatan penting,dimana kata Yusran tentang kelanjutan pendidikan anak-anaknya. dimana KKMB sendiri memiliki panti asuhan yang memiliki sekolah yang ada di Mamuju.

“Ini bukan janji tetapi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu anak-anak pak Muliadi agar bisa mengenyam pendidikan,”ungkapnya.

Sementara itu pun,sang istri Muliadi yakni Jumiati tak kuasa menahan tangis saat menerima bantuan yang diberikan kepadanya.ia mengaku terkadang dalam sehari hanya sekali makan karena upah dari hasil mencuci tak cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam rumah tangganya.

“Kadang pak kami makan hanya nasi sama garang terkadang pula kami tidak makan seharian,”ujarnya sambil meneteskan air mata.

Untuk diketahui keluaga pak Muliadi telah memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah.(a)