MAMASA,MATALENSA.ID—Lewat Wabup Bonggalangi, Bupati Mamasa H. Ramlan Badawi secara resmi telah menyerahkan RAPBD Kabupaten Mamasa TA 2018 dalam rapat paripurna DPRD yang digelar awal minggu ini. Sesuai naskah sambutan, Bupati Mamasa mengajukan RAPBD 2018 dengan total belanja daerah sebanyak, Rp 938.845.990.196,56 yang terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 535.627.889.532 dan belanja langsung Rp 403.281.100.664,56.

Berikut ini adalah postur APBD Kabupaten Mamasa Tahun Anggaran (TA) 2018 yang diajukan Bupati Mamasa ke DPRD yang pembahasannya masih berlangsung ditingkat komisi.

Pendapatan Daerah sebesar Rp 921.107.181.000 yang terdiri dari PAD sebanyak Rp 25.698.500.000, Dana Perimbangan sebesar Rp 715.632.002.000 dan Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah sebesar Rp 179.776.679.000.

Belanja Daerah sebesar Rp 938.845.990.196,56 yang terdiri dari Belanja Tidak Langsung Daerah sebesar Rp 535.627.889.532 dan Belanja Langsung Daerah sebesar Rp 403.281.100.664,56.

Pembiayaan Daerah sebesar Rp 19.988.809.196,56 dengan pengeluaran pembiayaan Rp 2.250.000.000.

Pembiayaan Netto sebesar Rp 17.738.809.196 dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenan sebesar Rp 0

Secara umum, Bupati menyampaikan bahwa Perekonomian Kabupaten Mamasa selama 2013-2016 berhasil tumbuh positif. Capaian pertumbuhan ekonomi yang tinggi selalu menjadi harapan yang diinginkan disetiap periode pemerintahan.

Pertumbuhan ekonomi menjadi salah saru tolak ukur keberhasilan dari suatu pembangunan. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mamasa Tahun 2016 capai 6,8% tercatat meningkat sedikit dibanding TA 2015 yang mencapai 6,75%

Index Pembangunan Manusia (IPM) dapat menggambarkan hasil pelaksanaan pembangunan manusia menurut tiga komponen indikator kemampuan manusia yang sangat mendasar yaitu derajat kesehatan, kualitas pendidikan serta akses terhadap sumber daya ekonomi berupa pemetaan tingkat daya beli masyarakat. IPM Kabupaten Mamasa TA 2016 ada pada angka 63,51 meningkat dari TA 2015 yang tercatat sebesar 63,17 dan berdasarkan kriteria UNDP maka klasifikasi pembangunan manusia di Kabupaten Mamasa tergolong IPM sedang.

Lanjutnya, perlu disampaikan bahwa jumlah penduduk miskin di Kabupaten Mamasa pada Tahun 2016 sebanyak 21,43 ribu jiwa atau sekitar 13,90 dari penduduk Kabupaten Mamasa. PDRB Perkapita periode 2014-2016 mengalami peningkatan yang baik dengan kisaran 12,90 juta rupaih pada tahun 2014 menjadi 15,03 juta rupiah pada tahun 2016.

Tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Mamasa TA 2016 sebesar 1,92% mengalami penurunan dibanding TA 2015 sebesar 2,27%. Dalam RAPBD 2018 ini, Pemda Mamasa menganggarkan BPJS Kesehatan bagi masyarakat miskin dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat miskin. Hal dimaksud agar selain dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga dapat meningkatkan pelayanan kesehatan bagi semua golongan masyarakat tanpa kecuali.

(Leo)

Admin:Dyfa