MATRA,MATALENSA.ID–Untuk menjadi penyelenggara yang profesional dan berintegritas pengawas harus menjaga diri dari perilaku yang menyimpang dari aturan dalam menjalankan tugas sebagai seorang pengawas, demikian sambutan Ketua Bawaslu Sulbar Sulfan Sulo pada kegiatan workshop penegakan kode etik penyelenggara pemilu di hotel mutiara pasangkayu, Mamuju Utara, 19 sampai 20 November 2017.

Ketau Bawaslu Sulbar Sulfan Sulo menhelaskan bahwa, seorang pengawas, selain terdengar netral harus pula terlihat netral agar dapat dipercaya oleh masyarakat, sebagai penyelenggara kita semua berharap supaya pertemuan dengan DKPP RI cukup ditempat kegiatan penguatan kapasitas seperti ini saja, kita tidak ingin dipanggil DKPP dilantai lima thamrin 14 soal pelanggaran kode etik, tuturnya.

Sementara itu, anggota DKPP RI Prof. Teguh Prasetyo mengungkapkan bahwa pengawas pemilu sesungguhnya mengemban misi suci, oleh sebab itu pengawas dalam menjalankan tugasnya dituntut bekerja secara profesional independen dan berintegritas mengawasi pelaksanaan penyelenggaraan Pilkada dan Pemilu.

DKPP sebagai Penyelenggara Pemilu, bertugas memastikan komisioner KPU dan Bawaslu dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing tidak melenceng dari peraturan perundang-undangan yang berlaku.

DKPP akan mengawal Penyelenggara Pemilu melaksanakan tugasnya dengan benar tanpa melanggar etika, agar penyelenggaraan Pilkada maupun Pemilu berjalan mandiri, bebas, dan berintegritas serta sesuai harapan seluruh masyarakat imbuhnya.

Selain Prof. Teguh, hadir pula anggota TPD Sulbar Adi Arwan Alimin, Wakil Rektor Unsulbar DR. Muhammad Saad, dan praktisi media Muhammad Ilham memberikan materi pada kegiatan workshop penegakan kode etik pemilu yang dilaksanakan Bawaslu Sulbar selama 2 hari tersebut.
(Hms Bawaslu Sulbar)
Admin:Regina Putry